• Kelas Inspirasi Trenggalek #4: MI Watuagung



    Aku terbangun dari tidur tampanku mati suriku. Kesibukan sahabatku dan perjalanan panjang yang kami lalui ini membuatku harus menutup mata untuk sekian hari. Aku yakin, dengan energi yang tertanam dalam diriku akan mampu membuatku membuka mata selama setengah hari kedepan. Retinaku yang aktif ini tiba-tiba termanjakan oleh pemandangan hijau perbukitan yang mengeilingi kota yang sebelumnya takku ketahui ini,hingga pernah terbatin di hati “Trenggalek itu mana?”.

    Akhirnya, inilah Trenggalek, kota kecil dengan segala ciri khasnya yang belum pernah ku temui di kota-kota lain. Penduduknya yang ramah membuatku ingin tersenyum walaupun itu hanya dapat kulakukan dalam hati. Kami tak sabar untuk sampai di tempat yang kami tuju. Kami rindu untuk sebuah hari, di mana dengan adanya kami akan ada pula sebuah goresan berarti untuk para sahabat-sahabat kecil kami. Sedikit goresan yang akan terukir di hati mereka untuk tetap menjaga semangat jiwa dalam meraih cita-cita luhur dan kenangan indah massa kecil. Kenangan sederhana yang kami harap bisa mengubah negeri ini menjadi lebih baik melalui tangan-tangan kecil itu.

    Masih jelas terekam di mataku, kenangan-kenangan tentang Kelas Inspirasi Trenggalek ke 4 ini, yang memiliki jargon “Mengukir mimpi anak pesisir”. Segala yang ada di sana masih melekat di memori. Setelah sampai di lokasi briefing pertama, kami istirahat sejenak bersama kawan-kawan lama dan kenalan baru. Senyum dan rangkulan mereka membuat diri ini lupa bagaimana lelahnya perjalanan yang diwarnai segala kerusuhannya. Pelangi di atas gedung pertemuan itu seolah menyemangati, sangat kebetulan bukan. Inilah bukti bahwa kegiatan ini sudah mendapat rahmat dari-Nya. Namun sayangnya aku tak sempat mengabadikannya. Singkat cerita, rombel kami yaitu MI Watuagung telah siap berangkat ke lokasi sekolah. Ada kakak-kakak tim relawan pengajar yaitu Kak Ve, Kak Sis, Kak Indah kakak cantik apoteker, Kak Denok, dan Kak Tara. Kakak-kakak tim relawan dokumentator yaitu Kak Apri, Kak Ito dan Kak Fiqoh. Kakak- kakak fasil yaitu Kak Wulan, Kak Dewi, Kak Sandhy, dan Kak Karlina. Untuk yang lain yaitu Kak Rigar, Kak Riza dan Kak Arum akan menyusul. Sedangkan Kak Ipul dan Kak Sigit sudah stay lebih dahulu di kediaman Bapak Kepala sekolah. Tak lupa, kami para pesawat rumit pengabdi baterai dan kartu memori yang siap mengabadikan kejadian menarik di hari inspirasi esok. Langkah yang selalu diiringi do’a inipun dimulai pada pukul 17.00 pada tanggal 30 Maret 2018.

    Setelah menempuh perjalanan selama satu seperemat jam, akhirnya jalan yang cukup membuat tahan napas itupun membawa kami ke rumah Bapak kepala sekolah MI Watuagung yaitu Bapak Mustarom. Petualangan yang dibumbui banyak kejutan inilah yang membawa kami ke tempat yang kami nanti-nantikan. Banyak kejadian di luar kendali mulai dari motor mogok salah satu fasil, dan ada juga makhluk dimensi tetangga yang ngajak “kenalan” hihi. Setelah sesi ramah tamah, ishoma dan mandi yang tentu saja antri akhirnya aksi kami dimulai.Berlatarkan ruang tamu rumah beliau, bau khas pedesaan yang segar menemani kami untuk membuat head piece dan perlengkapan laindari bahan dan alat yang telah disediakan oleh Kakak-kakak fasil. Ada daun nangka segar, staples, name tag, alat tulis dan kroni-kroninya. Lipat sedikit, tumpuk sedikit dan satukan dengan staples. Jadi!
    Tak terasa kebersamaan kami telah sampailah pada saatnya kantuk melanda. Dinginnya angin malam yang menerpa kulit menandakan hari sudah larut. Kami pun segera bergegas untuk tidur, ada yang hijrah ke mushola, ada yang di ruang tamu, ada pula yang tetap bertahan di teras rumah.

    Gemericik sungai  yang tenang menemani langkah kami untuk siap-siap berangkat ke sekolah. Kami yang sudah rapi dalam segala hal telah siap untuk menyambut hari ini. Bateraiku sudah 100%, lensaku jernih tanpa ada jamur yang mengusik. Hanya dalam beberapa menit rombongan ini telah sampai di pintu masuk MI Watuagung. Senyuman tulus dari para adik-adik MI langsung menyambut kedatangan kami walaupun ada sebagian dari mereka yang ketakutan karena mengira bahwa kami adalah petugas kesehatan yang akan mengadakan imunisasi. Pukul 7 pagi, kami melakukan briefing dan do’a bersama terlebih dahulu di ruang kepala sekolah. Para guru sibuk untuk mengondisikan anak didik agar tertib berbaris di lapangan. Upacara pembukaan Hari Inspirasi Rombel MI Watuagung pun dimulai. Inilah awal momen yang kunantikan.

    Pukul setengah 8 pagi, semua siswa telah merapat ke kelasnya masing-masing. Kami semua sibuk dengan tugas masing-masing. Banyak momen yang kusukai di waktu ini. Para relawan pengajar yang secara bergantian memasuki kelas, semangat mereka dalam menginspirasi para sahabat kecil. Keantusiaan anak-anak dalam memperhatikan celotehan kakak-kakak di kelas. Senyum tulus mereka dalam menanggapi hal yang mereka anggap baru dan menarik. Hilir mudik para dokumentator dan fasil.Celoteh dan tawa bahagia kami saat sesi outdor mengalir begitu saja. Ternyata banyak juga anak jaman sekarang yang belum kenal dengan permainan tradisional mulai dari cubak-cublak suweng, ular naga, engklek, jamuran, dan beberapa lainnya. Tema yang telah diputuskan para panitia dirasa sangat pas dengan kondisi saat ini. Memang benar Hari Inspirasi adalah hari yang istimewa. Yang awalnya tidak kenal menjadi kenal, yang awalnya canggung menjadi akrab. Tawa adalah tawa itu sendiri tangis adalah tangis itu sendiri.

    Uang dan kekayaan tiba-tiba tidak seberarti di kota. 
    Canda dan tawa tiba-tiba tidak lagi sepura-pura di kota. 
    Persahabatan tiba-tiba tidak lagi sepalsu di kota. (Fiersa Bestari)

    Tawa dari beberapa para sahabat kecil tiba-tiba berubah menjadi tangis saat para tim inspirasi harus pamit pulang. Sesi penutupan diisi dengan penulisan pohon cita-cita, para siswa dengan bergantian menuliskan cita-cita mereka, semuanya hebat, mereka semua adalah raja dan kita adalah prajuritnya. Sebagai orang dewasa kita harus melindungi semangat mereka. Yang bisa kami lakukan saat itu hanyalah memberi pelukan dan pesan agar mereka lebih semangat belajarnya, lebih semangat sekolahnya agar suatu saat cita-cita mereka tercapai. Kelas Inspirasi adalah secuil wadah yang tepat untuk menyalurkan kepedulian kita pada dunia pendidikan. Satu hari cuti kita, sangat berharga bagi mereka. Salam Inspirasi! Sehari mengajar, selamanya menginspirasi!





  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Pendaftaran Relawan Kelas Inspirasi Trenggalek #5

    ADDRESS

    -8.049036, 111.709201

    EMAIL

    inspirasi.trenggalek@gmail.com

    MOBILE

    April 0856 0460 0024,
    Jihan 0856 4915 9822